Berita
Home » Berita » Yaristan Palesa: Politisi Ladang Sawit, Sahabat Wartawan, dan Setia pada Satu Garis Perjuangan

Yaristan Palesa: Politisi Ladang Sawit, Sahabat Wartawan, dan Setia pada Satu Garis Perjuangan

MOROWALI UTARA — Ada yang berbeda di gedung parlemen Morowali Utara ketika langkah Yaristan Palesa, SH, menjejak lorong-lorong sidang. Dua periode sudah ia duduk di kursi dewan, namun setiap tapak langkahnya tetap merunduk hormat kepada rakyat. Di antara suara gaduh politik, Yaristan hadir bagai sahabat lama yang tak pernah lelah mendengar.

Ia bukan politisi yang lahir dari seminar mewah atau panggung seremonial. Yaristan Palesa adalah putra Mori, kelahiran Desa Tiu, Kecamatan Petasia Barat, yang meniti jalan hidupnya dari perkebunan sawit—tempat getir dan keringat petani berbaur dengan matahari. Maka jangan heran bila ia paham betul bahasa ladang, getirnya pupuk mahal, sulitnya panen, dan tetesan air mata para buruh kebun.

Dalam forum DPRD, Yaristan terkenal lantang bersuara. Namun di luar gedung dewan, ia lebih suka duduk melingkar bersama pekerja media, berdiskusi tanpa sekat, menyeruput kopi hitam yang kadang lebih pahit dari cerita rakyat yang dibelanya.

“Pak Yaristan sebelum jadi anggota dewan dan hari ini, tidak berubah. Banyak membantu kami warga,” tutur seorang ibu paruh baya di Desa Tiu, matanya berbinar seolah merapal doa untuk putra terbaiknya.

Di kebun, Yaristan adalah petani; di dewan, ia politisi; di hadapan wartawan, ia seorang pendengar sejati yang tahu arti deadline dan kebenaran berita. Sungguh, bagi pekerja media, sosoknya adalah peneduh di antara panasnya rumor politik.

Tambang Poboya di Legalkan atau Tutup

Ayah tiga anak ini tak hanya meniti karier di jalur politik, tetapi juga menjejak peluang di dunia pertambangan. Usahanya tumbuh pelan, seiring kepercayaan yang ia rawat. Bagi Yaristan, tanggung jawab keluarga dan kesejahteraan orang-orang di sekitarnya adalah pangkal niat di setiap keputusan bisnisnya.

Di antara manuver-manuver politik yang sering kali berubah arah, Yaristan memilih setia pada satu garis lurus: Warda Dg Mamala. Bagi dia, mendukung setiap langkah dan kebijakan Warda adalah harga mati. Politik, baginya, bukan permainan catur yang menipu langkah lawan, melainkan jalan sunyi, di mana kesetiaan lebih utama daripada kursi dan gelar.

Maka jangan heran bila Yaristan Palesa kian hari kian menancapkan akarnya di hati rakyat. Ia tidak merumuskan strategi menipu waktu. Ia merawat kesetiaan, memelihara silaturahmi, dan menabur benih kepercayaan di ladang persahabatan dengan siapa pun yang pernah bersua dengannya.

Dan di Morowali Utara, nama Yaristan Palesa adalah bisik doa di antara barisan petani, jabat tangan hangat di antara para wartawan, dan suara lantang di dalam gedung dewan yang kadang sunyi dari nurani.

Jika kelak sejarah mencatat siapa yang berjalan lurus di jalur penuh liku, biarlah rakyat sendiri yang bersaksi: Yaristan Palesa, politisi ladang sawit, sahabat jurnalis, dan setia pada satu garis perjuangan.

Forum Pemuda Pancamakmur Gelar Turnamen Olahraga Tingkat Desa, Satukan Semangat dan Sportivitas Pemuda

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement