Morowali Utara — Perayaan Idul Adha di Desa Onepute, Kecamatan Petasia Barat, Kabupaten Morowali Utara (Morut) selalu punya cara unik untuk membuat suasana makin meriah. Salah satunya adalah tradisi tahunan yang ditunggu-tunggu warga: Lomba Bala-Bala atau balapan perahu katinting di Sungai Laa.
Tepat di bawah jembatan gantung Onepute yang menghubungkan desa ini dengan Sampalowo, deru mesin katinting berpadu dengan sorak-sorai penonton menciptakan suasana penuh semangat dan kegembiraan. Desa yang di pimpin Suhardin Sakaria ini punya banyak keunikan, mereka menjadikan sungai Laa bukan hanya tempat sumber penghidupan, tetapi tempat menjaga nilai-nilai histori sampai dengan saat ini.
“Ini lomba bala-bala setiap tahun digelar. Sejak kemarin dan hari ini final,” ujar salah satu warga sambil menunjuk ke arah sungai yang dipenuhi perahu dan penonton. (7/6)
Lomba ini bukan sekedar adu cepat di atas air, tapi juga bagian dari tradisi yang sudah mengakar dan terus dipertahankan oleh warga. Selain itu, lomba bala-bala menjadi hiburan seru yang mempererat tali silaturahmi antarwarga, sekaligus menarik perhatian pengunjung dari desa sekitar.
Mulai dari anak-anak hingga orang dewasa tampak antusias menyaksikan jalannya perlombaan. Suasana berubah menjadi festival mini, dengan tawa dan semangat kebersamaan memenuhi udara Idul Adha.
Tak hanya adu kecepatan, lomba ini juga jadi ajang unjuk kreativitas warga dalam mempersiapkan mesin perahu dan menunjukkan keterampilan mengemudi di atas arus Sungai Laa.
Tradisi ini menjadi bukti bahwa kebersamaan dan hiburan bisa hadir dalam balutan kearifan lokal yang menghidupkan suasana hari raya. Dan di Onepute, Idul Adha bukan hanya soal kurban, tapi juga soal kebahagiaan bersama di tengah suara mesin katinting dan riuh sorak pendukung di tepian sungai.
Komentar